Senin, 26 November 2012

Pengertian kanker Vagina


Kanker vagina adalah keganasan berupa kanker yang timbul di vagina, tidak meliputi serviks dan vulva. Vagina terletak antara vulva sampai awal serviks uteri. Kasus harus diklasifikasikan sebagai karsinoma vagina bila lokasi primer pertumbuhannya adalah vagina.
Kanker vagina primer jarang terjadi, kira-kira 1-2% dari seluruh kanker ginekologi. Kontinuitas jaringan antara vagina dan serviks seringkali menyebabkan insiden kanker vagina sulit diidentifikasi.

Menurut International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), keganasan invasif yang melibatkan serviks dan vagina diklasifikasikan sebagai keganasan serviks. Vagina merupakan lokasi tersering terjadinya metastatis dari keganasan serviks dan endometrium sehingga semakin sulit untuk menentukan lokasi utama keganasannya.
Di Amerika Serikat, kanker vagina dua kali lebih sering terjadi pada wanita kulit hitam dibandingkan dengan wanita kulit putih. Meskipun tidak ada data kuat selain dari AS, diperkirakan bahwa angka kejadian kanker vagina di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada di AS. Angka 5 years survival rate (rata-rata kemampuan hidup dalam 5 tahun setelah terdeteksi adanya kanker) adalah 50%, kira-kira sama dengan kanker serviks.

Mengapa Insiden Kanker Vagina Berkaitan Erat dengan Kanker Serviks?

Hal ini disebabkan kaitan antara kanker vagina dengan HPV yang juga sangat berkaitan dengan kanker serviks. Sebanyak 85% dari kanker vagina prekursor VAIN berkaitan dengan HPV. Lesi prakanker yang berdiferensiasi baik atau VAIN dapat ditemukan pada kanker serviks.
Secara histologi, VAIN digradasi dengan cara yang sama dengan serviks dan vulva yang dibagi ke dalam kategori I, II, dan III mengikuti derajat lesinya. VAIN III juga disebut CIS, VAIN I adalah ringan, dan VAIN II adalah sedang. Meskipun kanker invasif vagina lebih banyak terjadi pada wanita usia 60-an, VAIN berlangsung lebih awal antar 20-50 tahun.

Apa Saja Tanda dan Gejala pada Kanker Vagina?

Pasien dengan stadium awal biasanya asimptomatik (tidak disertai gejala). Karena kanker vagina ini sering bersamaan dengan infeksi HPV aktif, pasien biasanya datang dengan keluhan adanya kutil pada vulva (vulval warts), atau cairan berbau busuk dari kutil di vagina. Jika sudah berada dalam stadium lanjut maka akan memberikan gejala perdarahan dan nyeri.

Upaya Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Timbulnya Kanker Vagina?

Sama seperti kanker serviks, mengubah perilaku seks dapat menurunkan risiko paparan terhadap HPV sekaligus menurunkan insiden kanker vagina. Karena adanya kaitan antara HPV dan kanker vagina, maka diharapkan dapat dicegah dengan memberikan vaksin profilaktik HPV.
Pencegahan kanker vagina meliputi diagnosis dan terapi yang tepat pada lesi prematur atau VAIN. Pasien dengan hasil tes Pap yang abnormal harus menjalankan pemeriksaan vagina secara keseluruhan (selain dari pemeriksaan serviks dan vulva). Seperti pada kanker serviks, lesi displasia vagina berubah menjadi putih dengan pemberian asam asetat 4%.
Lesi yang mencurigakan akan diperiksa dengan kolposkopi dan selanjutnya dilakukan biopsi. Secara kebetulan, kelainan hanya dapat ditemukan pada vagina, tetapi biasanya multifokal. Karena kurang adanya petunjuk yang jelas mengenai pengobatan untuk keadaan di atas, terapi harus dilakukan per individu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar